Postingan

Lost Stars

              Muda. Masa yang menggelora. Dengan semua lika-liku hidup yang mulai terasa. Banyak insan yang kehilangan arah dari sini. Orang banyak berkata bahwasannya masa muda ialah masa dimana seorang manusia harus memperjuangkan harga dirinya,martabatnya,bakatnya,potensinya,termasuk pula cintanya. Masa muda tak ubahnya masa dimana kita akan menjadi apa? Siapa? Dan bagaimana?

Happy New Year

                 Selamat datang tahun 1437 Hijriyah,selamat tinggal tahun 1436 Hijriyah... Masihku ingat tahun lalu saya merayakan momen tahun baru Islam ini bersama kawan-kawan mengajiku di tempat yang terpelosok,jauh dari hiruk pikuknya duniawi. Menjelang maghrib,saya dan kawan- kawan dikumpulkan bersama oleh pak Kyai di masjid,untuk melantunkan do’a akhir tahun dan awal tahun pada senja itu. Nuansanya begitu khas dan nampak sangat berbeda.. Entah untuk tahun ini?

Kamu

Walau bulan Juli telah berlalu dengan terik matahari yang kian menderu. Aku ingin mengungkapkan sesuatu kepadamu. Sesuatu yang mungkin tak pernah dikau sadari sedari dulu. Kamu itu...

Agustus di Indonesia

           Mulai memasuki pertengahan bulan. Pertanda peringatan hari kemerdekaan akan segera digenderangkan. Kulihat kotaku Puwodadi,sudah bertebaran di pinggir jalan sang warna kebanggaan merah putih. Musim lomba 17’an sepertinya pun telah di mulai,saya melihatnya secara online dari postingan teman-teman di sosial media.            

Fight For National Univercity #Chapter7 #UsahaKaliKedua

                       Leganya,tanggal 23 dan 24 Juni 2015 berlalu juga. Perang perjuangan demi masuk universitas negeri idaman untuk kali kedua bagi saya di bulan ini. Lelah benar-benar terasa,sesampainya di rumah aku lunglai tak berdaya. Ucapan terima kasih takkan pernah ku lupa untuk mengutarakannya,kepada salah satu teman baik saya yang kuliah di salah satu sekolah tinggi di Jogja yang bernama Indah dan teman sekosnya,yang sering dipanggil Indah kalo saya denger tuh ‘Flow’,tapi nama aslinya sendiri saya benar-benar kagak tahu. Flow ini dari Bangka,gila bener deh tuh perjuangan menuntut ilmunya,empat jempol deh,jempol tangan sama sepasang jempol kaki. Dan faktanya pula dia belum pernah pulang kampung semenjak ospek pertama sebagai mahasiswa. Tambah salut saya.